BacaKisah Nyata : Cerita Dewasa Ngentot Bersama Cewek Hijab Cerita Bokep : Cerita Dewasa Ngentot Bersama Cewek Hijab. Ini ceritaku entah berapa bulan lalu ketika sore aku aku sedang menghabiskan waktu selepas bekerja disebuah mall dijakarta. Penat bekerja seharian dan jalanan yang sangat macet membuatku untuk rilex sebentar kesebuah pusat
Cerita Dewasa -Aku Nora Umurku 35tahun, Ini Merupakan kisah nyataku, Aku mempuyai suami dia seorang Orang yang sibuk selalu bepergian dan jarang pulang untuk perkerjaan. Aku hanya tinggal betiga dengan anakku yang masih umur5 tahun dan Baby Sisterku. Aku jenuh dan melulu menahan rasa kasih sayang dan kepuasan batin yang jarang 1 bulan sekali ada 3/4 kali baru pulang itupun kadang tidak diberi jatah. Mas Rohid sosok lelaki yang bertanggungjawab dan perhatian dengan keluarga. Iyah untuk umur yang sudah kepala 3 aku masihla terbilang mulus. Tubuhku masih semok dan padat. Walaupun tubuhku yang sexy ini jarang dijamah suamiku. aku dapat memberikan kepuasan seks sekali aja udah merasa puas, walaupun sebetulnya aku tidak menikmati kepuasan dari Mas Rohid. Rasanya hambar bersangkutan seks dengan Mas Rohid, bagiku kepuasan seksku paling saat ada seorang tetanggaku yang selalu mendengarkan Curhatanku, Namanya Mody selalu menyerahkan nasehat supaya aku tidak jarang kali sabar. Waktu tersebut Hendra mengajakku pergi nonton memang tipical cowok yang romantis,asik,gokil. Setelah film usai aku dan Mody kembali ke rumah. Besok Mody mengajakku pergi ke puncak dengan anakku. Sesampainya di lokasi tinggal aku bersiap-siap anak muda kece banget aku pun nggak inginkan kalah dong, Sangek“Ayoo Mas Mod, Kita jalan ”“Iya Nor tunggu sebentar kameraku tertinggal..”Setelah seluruh sudah siap aku dan Mody mengarah ke puncak, perjalan selama 3 jam dari rumah. Sesampainya di villa tepat jam 1 siang, Mody memesan kamar 1,“Loh? Kok cuma pesen 1 kamar Mod?”“Iyah kitakan cuman ber3 dewasa, jadi untuk 1villa ada 2 kamar iyah lumayan”“ Oh gitu yah, yaudah, hhe… ”Setelah kunci diserahkan kita mengarah ke kamar. Memang benar apa kata Mody masuk ke kamar terdapat ruang tamu bed 2. Dan di dalam terdapat ruangan 1 lagi untuk Mody tidur. Aku, putriku dan Bik Nigsih istirahat di dua bed depan. Ya okelah,Waktu semakin sore, aku mesti kembali ke villa. Sampai di kamar putriku telah tertidur pulas. aku memutuskan untuk mandi agar lebih enak tidur. Dengan mengenakan baju santai rok pendek dan aku bersolek. Setelah mandi aku dan Mody duduk di ruang Tv. Dia hingga menggelitik aku sampai aku tertawa mulai mengantuk , aku pergi ke lokasi tidurku. Mody masih menyaksikan tv, tengah malam Mody mendekati lokasi tidurku. Ntah malam itu, dia istirahat disampingku unik selimutku. Aku sungguh paling terkejut. Padahal disamping aku terdapat Bik ningsih, aku takut andai mereka terbangun menyaksikan aku istirahat dengan mody, MesumBaca Juga Menemani Bu Guru Kesepian Modyy?, apaan sih kok istirahat disini..”“aku pengen merasakan malamku bersamamu Nora!,..”“jangan Mod aku telah berkeluarga aku nggak akan menghianati suamiku”“sudahlah tidak boleh menolak aku tahu anda rindu usapan laki-laki kan?”Mody langsung mengecup keningku dan bibirku. Padahal samping bed aku terdapat putri dan pembantuku. Rasanya nggak tenang banget,“pindah di kamar aku yuk Rin..”Tanpa berfikir panjang Mody menggendong aku mengarah ke kamarnya. Ntah apa yang akan dilaksanakan Mody aku paling terbawa suasana. Seperti biasa dia berkelakar aku tidak jarang kali digodanya. Layaknya suami istri yang sedang Bercumbu di ranjang. Kembali mendekap aku dengan erat, aku yang menggunakan lingeri tanpa bra seakan payudaraku menempel di dada nafsuku hadir dengan tiba-tiba, Mody melumat bibirku dengan lembut. Lingeriku tersingkap terlihat pahaku yang mulus. Sangat nafsu ciuman mody, aku terbawa dan meladenin ciuman itu. mody membuka lingeriku aku melulu mengikuti saja. Payudaraku menggantung kencang Hendra terlihat semakin siap menerkam payudaraku ini, aku ditidurkan. Tangan Mody meremas payudaraku, dia berjuang membangkitkan gairah seksku. Mulut menghirup dan mengulum putting susuku. Tangan kanan memainkan jemarinya memutar putting dan meremas-remas,“aku horny banget Moddy…”“tenang aja Noraa aku akan puasin anda malam ini..”Dia terus membuatku yakin untuk semakin percaya denganya, kedua payudara dia mainkan. Enak banget permainan Mody malam ini. Mody mencungkil payudaraku, dia melepas dari dalam celana dalam penis Mody tegak berdiri, Penis yang paling besar berbulu lebat. Mody membuka celana dalamku, kakiku dia buka lebar. Selakanganku dia jilat sampai tubuhku menggeliat sebab nikmat. Tangannya pulang bermain dimemekku yang besar yang rimbun bakal bulu-bulunya, CeritaDewasa“memekmu menggemaskan..” ucap ModyPemandangan yang sangat estetis menantang Mody guna segera memainkannya. Tangannya membuka lipatan-lipatan memekku. Dibuka lebar dan dia berjuang mencari lubang memekku itu. Dia mengairi memekku dengan mengecup ujung luar lubang itu. terus dia kecup sampai aku basah, terbit cairan. Namun Mody semakin energik cairan itu tidak dipedulikan meleleh ,“ahhhh..ahhh…Hend ciumi lagi Hen..kecup lagi lubang memekku” kata-kata tersebut keluar dari lama dia memainkan aku, sampai aku tak kuasa. Mody beralih menghirup bibirku, dadanya bergesekan dengan payudaraku sementara penis bergesekan dengan memekku. Nafsu birahi tersebut terus memuncak. Hingga saatnya Mody mengupayakan memasukkan Penisnya,“akkkhhhh…akkkhhh…masuk lagi terus ke dalam Moddyy terus….”Baca Juga Ngentot Di Dalam KelasSetengah batang penisnyaa masuk , “ohhhhh…ooohhh… lagi Moodd terus dorong penismu masuklagi.. “ahhhhhhhhhhhh…..sudah masuk Moodd genjoott memekku moddd!!”Mody mengocok kontolmnya di dalam, maju mundur gerakannya. Keringatku mengalir turun membasahi tubuhku. Mody menyaksikan payudaraku tampak montok, dia tak kuasa melihatnya. Sambil memainkan penisnya, mulut Mody mengecup putting susuku yang berwarna kecoklatan,“ouughhh nikmat ougghhhh…..” hendra terus menggoyangkan gerakan-gerakan memeluknya erat dan tak kuasa aku menerbitkan cairan lagi,“Moddyy aku Sammppaaiii nih..lagi modd bikin basah lagi..” aku tidak jarang kali meminta lebih Mody. Aku telah pasrah dan sangat merasakan goyangan penis Hendra di dalam lubang kenimatanku,“akuu udah nggak tahan, Keluarin yah Norrr??”“croooottt..crrrrooottt…crroooottt…”Mody menyemprotkan cairan didalam memekku sampai mentok. Nikmat banget rasanya udah lama tubuhku ini tak disentuh pria. Aku tergeletak lemas Mody mendekatiku mencoba menyerahkan selimutnya. Udara yang dingin menciptakan gairahku hadir kembali,“Hen lagi dong..” KisahNyatakuTanpa bersuara Mody membelai payudaraku, putting dia putar-putar memang sengaja menggairahkanku kembali. “enak banget Moodd..jilatt putingnya biar makin enakk..” mengecup putingku paling lama, di belahan dadaku dia mengecup sampai ada tanda bibir merahnya.“aku boleh nggak emut penismu..”“boleh Norr apa aja boleh anda sama-sama menikmati..”Mody tergeletak aku yang memainkannya, aku kocok penisnya sembari mulutku mengecup penisnya. Nggak lama menciptakan penis Mody berdiri, mudah banget deh. Aku mengulum dengan bersemangat, penis yang panjang tersebut tidak masuk sepenuhnya di mulutku,“ahhhhh..ahh Noorrr” Desahan Mody sambil mengurangi kepalaku supaya lebih dalam mengulum paling nikmat Mobay tak kuasa akhirnya terbit kembali sperma itu. “croooottt..crooooott…” mengairi mulutku, tidak sedikit dan tidak banyak asin aku telan sebagian. Kenikmatan tersendiri bagiku menikmati sperma pria. Aku dan dia tak tahan sudah paling capek. Kita istirahat berdua di ranjang dengan posisi masih Mody tidak lepas dari tubuhku dia terus memelukku mencengkeram payudaraku seakan tidak inginkan aku tinggalkan. EnakEnak
CeritaDewasa Terbaru - cerita seks terbaru ini adalah cerita bokep yang berawal dari kisah nyata. Suatu hari nyonya majikannya yang masih muda, Ibu Rhieny Baca Lengkapnya TERHANGAT KAMAR RAHASIA dan KULEPAS KEPERAWANANKU UNTUK KEKASIHKU
Cerita Dewasa Seks - Inilah pengalaman pertama saya bermain cinta dengan wanita selain istri saya, peritstiwa itu sendiri terjadi sekitar 3 bulan yang lalu di sebuah daerah di Jawa Tengah, berawal dari adanya tugas kantor yang mengharuskan saya melakukan beberapa pelatihan untuk beberapa cabang di daerah. Tinggal di hotel kota S dan terkadang tidur di … Continue reading Cerita Dewasa Nyata Ngentot Dengan Memek Milik Istri Orang Cerita Dewasa Seks - Kejadian ini berlangsung ketika saya berumur 22 th. Saat itu saya masih kuliah di salah satu perguruan tinggi di Surabaya. Saya berkenalan via internet dengan seorang janda berumur 40th bernama bernama Winny, dia mempunyai 2 orang anak berumur 5 dan 9 th. Mulanya saya hanya tertarik karena orangnya ramah dan asyik … Continue reading Cerita Dewasa Pesta Seks Dengan Dua Wanita Jalang Cerita Dewasa Seks - Nama saya Lisa nama samaran. Usia 23 tahun. Saya seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Bandung. Rumah saya dari Jawa Timur, jadi niatnya hanya belajar di Bandung. Siapa tahu bisa jadi insinyur. Saya tinggal di daerah Dago, menempati rumah besar milik keluarga paman saya. Rumah itu sepi dengan beberapa ruangan … Continue reading Cerita Dewasa Tentang Sepasang Cewek Lesbi Yang Saling Memuaskan Cerita Dewasa Seks - Namaku Wina, umurku sudah 35 tahun dengan dua orang anak yang sudah beranjak dewasa. Kedua anakku disekolahkan di luar negeri semua sehingga di rumah hanya aku dan suami serta dua orang pembantu yang hanya bekerja untuk membersihkan perabot rumah serta kebun, sementara menjelang senja mereka pulang. Suamiku sebagai seorang usahawan memiliki … Continue reading Cerita Dewasa Seru Ketika Diperkosa Supir Pribadiku Cerita Dewasa Seks - ini berawal dari pertemuanku dengan seorang wanita bernama Cika di sebuah mall di Ibukota. Namaku Yanto, kegiatan sehari-hariku adalah sebagai seorang mahasiswa, kebetulan hari itu aku sedang tidak ada jadwal kuliah sehingga aku memutuskan untuk bersantai sambil minum kopi. Karena masih siang, mall yang kukunjungi masih sepi hanya terlihat beberapa orang … Continue reading Cerita Dewasa Terbaru Tante Girang Liar Merenggut Keperjakaanku Cerita Dewasa Seks - Vita yang awalnya cupu setelah masuk SMA dia menjadi gaul dan Fashionable. Akibat pergaulanya itu bahkan dia sampai terjerumus dalam sexs bebas, sampai dia kehilangan keperawananya diusianya yang masih dini yaitu diusia 15 tahun. Panggil saja aku Vita usiaku 15 tahun aku baru saja masuk di bangku SMA. Aku anak pertama … Continue reading Cerita Dewasa Kenangan Saat Melepaskan Keperawanan Di Gedung Sekolah Cerita Dewasa Seks - Perkenalkan nama saya Roni dan saya seorang pengusaha sebuah perusahaan tambang yang mempunyai banyak cabang di seluruh Indonesia. Bulan lalu saya urus perijinan ke kantor cabang daerah di Bali. Sеtеlаh mеlаkukаn реrjаlаnаn udаrа hаmрir 2 jаm dаri Semarang, аkhirnуа saya ѕаmраi juga. Di bаndаrа, Saya ѕudаh ditunggu oleh Manager dan staff … Continue reading Cerita Dewasa Panas Ngentot Dengan Teman Kantor Cerita Dewasa Seks - Usiaku masih muda dimana yang ke 18 tahun dengan tinggi 169 cm berat 53 kg dan kulit putihku yang halus, perkenalkan namaku Heni, kebanyakan di keluargaku mempunyai badan yang ramping ramping dan seksi jadi aku juga tidak bingung kalau makan banyak, oya disini aku inign berbagi cerita yang mana saat pulang … Continue reading Cerita Dewasa Hot Om Ngentot Dengan ABG CeritaDewasa Kisah Nyata Suka Duka Para Pelacur Penjual Kenikmatan Kelamin Aku tidak ingat sewaktu dalam keadaan sangat terangsang di seret masuk oleh istriku, apakah pintu kamar sudah tertutup atau belum karena istriku langsung mendorongku telentang di tempat tidur.Aku baru terkejut sewaktu bunda berkacak pinggang di pintu melihat kita melakukan persebadanan.
ceritabokepindonesia – Kisah Nyata Sek Sedarah Paling Nafsu Liat Kakak Ku Pakai Baju Yg Ketat Nama saya John, saya tiga bersaudara, saya anak kedua dimana kakakku perempuan berusia 4 tahun lebih tua dariku. Saya ngin menceritakan kejadian yang menimpa kehidupan seks saya 2 tahun yang lalu. Cerita Pada waktu itu saya berumur 17 tahun masih 1 smu, sedangkan kakak saya berusia 21 tahun dan sudah kuliah. Kakak saya orangnya sangat sexy, orang bilang mukanya sexy banget, demikian pula postur tubuhnya, tinggi 160 cm, kulit putih dan bra sya kira 36-an, tapi yang paling menyolok dari dia adalah pantatnya yang bulat besar dan bahenol. Jika berjalan ke mal ataupun kemanapun dia pergi, orang selalu memandang goyangan pinggul dan pantatnya. Sampai-sampai saya sebagai adik kandungnyapun sangat menyukai pantat dan pinggul kakakku itu. Kebetulan kakakku menyukai baju-baju model ketat dan celana ketat sehingga sangat mencetak kemontokan dan keindahan tubuhnya. Apalagi jika dirumah, dia selalu memakai celana tidur ketat tipis yang mencetak belahan pantat dan celana dalamnya. Sebagai remaja yang baru puber dan juga olok-olok dari teman-temanku diam-diam aku sangat terangsang bila melihat pinggul kakakku. Sebaga efek sampingnya aku sering melakukan onani di kamarku atau di kamar mandi sambl membayangkan gimana rasanya kontolku dijepit diantara pantat montoknya. Keinginan itu kurasakan sejak aku duduk di bangku 1 smu ini, aku sering mencuri-curi pandang untuk mengitip CD-nya apabila dia memakai rok. Dia mempunyai pacar yang berumur setahun lebih muda dari padanya. Aku sering memergoki mereka berciuman di ruang tamu. Suatu hari aku memergoki pacarnya sedang menghisap buah dadanya di ruang tamu, mereka belingsatan buru-buru merapihkan baju. Malam harinya kakakku mendatangi kamarku dan memohon kepadaku agar tidak menceritakan apa yang aku lihat ke orang-orang. Dik, jangan bilang-bilang yah, abis tadi si yoyo pacarnya memaksa teteh, katanya. Aku Cuma mengganguk dan melongo karena kakakku masuk kekamarku menggunakan kaos yu ken si dan celana pendek ketat sambil membawa sebuah novel, sehingga paha dan dadanya yang montok jelas sekali. “hai, kok melongo???? “ …aku jadi gelagapan dan bilang “ia- ia teh, aku ngga akan bilang-bilang” kataku. Tiba-tiba dia rebahan di ranjangku dengan tertelungkup sambil membaca novel , aku memandanginya dari belakang…membuat kontolku ngaceng karena pantat kakakku seolah-olah menantang kontolku. Berkali-kali aku menelan ludah. Dan pelan-pelan aku meraba kontolku yang tegang. Kisah Nyata Sek Sedarah Sampai kira-kira lima menit, dia menoleh ke arahku dan aku langsung melepas tanganku dari kontolku dan berpura-pura belajar. Kakakku mengajakku lari pagi besok hari dan dia memintaku menbangunkannya jam 5 pagi. Aku mengiakannya. Ketika dia keluar kamarku, aku melihat goyangan pinggulnya sangat sexy, dan begitu dia menutup pintu, aku langsung mengeluarkan kontolku dan mengocoknya, tapi sialnya tiba-tiba kakakku balik lagi dan kali ini da melihatku mengocok penisku. Dia pura-pura tidak melihat dan berkata “jangan lupa bangunin teteh jam 5 pagi “. Lagi-lagi aku gelagapan “ia- ia – ia” kataku. Kakakku langsung pergi lagi sambil ngelirik ke-arah kontolku dan tersenyum. Malam itu aku ngga jadi beronani karena maul dipergoki kakakku. Pagi harinya jam 5 pagi aku ke kamarnya dan kudapari dia sedang tidur mengakang…. Lagi-lagi aku melotot melihat pemandangan itu dan aku mulai meraba-raba pahanya, sampai kira-kira 2 menit dan ku-remas paha montoknya dia terbangun danaku buru-buru melepaskan tanganku dari pahanya. Singkat cerita kami lari pagi, dia mengenakan training ketat sehingga setiap lekuk pinggul dan pantatnya terlihat sexy sekali dan tiap laki-laki yang berpapasan selalu melirik pantat itu. Begitu selesai lari pagi, kita pulang naik angkutan bus dan kebetulan penuh sesak, akibatnya kiita berdesak-desak. Entah keberuntungan atau bukan, kakaku berada di depanku sehingga pantat montoknya tepat di kontolku . Perlahan-lahan kontolku berdiri dan aku yakin kakakku merasakannya. Ketika bus semakin sesak, kontolku makin mendesak pantanya dan aku pura-pura menoleh ke-arah lain. Tiba-tiba kakakku mengoyangkan pantatnya, karuan aku kenikmatan. dik, kamu kemarin ngapain waktu kakak ke kamar kamu?” katanya “kamu onani yah??? Katanya lagi… aku diam seribu basa karena malu. makanya buru-buru cari pacar” katanya. “emang kalo ada pacar bisa digini yah?” kataku nekat sabil menonjokakan kontolku dipantatnya. “setidaknya ada pelampiasan” timpal kakakku. . “wah enak dong teteh ada pelampiasan?”tanyaku. “tapi ngga sampe gini” kata kakakku lagi sambil menggoyangkan lagi pantatnya. “knapa” tanyaku. Sebelum dia menjawab kami sudah sampai tempat tujuan. Pada sore hari itu juga sekitar jam 7 malam, ketika pulang sekolah, kudapat rumah sepi sekali dan perlahan-lahan aku masuk rumah dan ternyata kakakku dan pacarnya sedang diruang tamu saling cium dan saling raba. Aku terus mengintip dari balik pintu, sampai kepada keduanya telanjang bulat, kakakku tinggal memakai CD hitamnya dan pacarnya sudah telanjang bulat. Kulihat kakakku meremas dan mengocok kontol pacarnya yang tegang. Pelan-pelan pacarnya membuka CD kakakku dan terbukalah pantat bahenol nan montok milik kakakku. Pacarnya meremas-remas sambil meringis karena kocokan kakakku pada kontolnya. oh, aku udah ngga tahan” kata pacarnya “aku pengen masukin ke memekmu” katanya sambil mendorong kakakku sehingga tertelungkup di sofa. Ku lihat dia menindihinya dari belakang kan berusaha menyodokan kontolnya ke memek kakakku dari arah belakang. Tapi begitu nempel di pantatnya, kuliha ar maninya tumpah ke pantat kakakku…. “ohhh” dia melenguh… dan kakakku menoleh kebelakang” kok udah” tanyanya…Pacarnya bilang “maaf aku ngga tahan” katanya . Tiba-tiba lampu padam dan telepon HP sang pacar berdering dan di balik pintu aku sedang beronani ria sambil melihat kemontokan tubuh telanjang kakakku. Setelah menerima HP, sang pacar menyalakan sebatang lilin kecil datas lemari dan dia berpakaian dan buru-buru pamit. “Aku ngga anterin kedepan pintu yah “ kata kakakku sambil tetap telanjang tertelungkup di sofa….. Begitu sang pacar hilang , nafsuku sudah ke ubun-ubun, di kegelapan remang-remang aku mendekati kakakku dan setelah dekat, dari jarak kira-kira satu meter aku memandangi bagian belakang tubuh telanjang kakakku, berkali-kali menelan ludah melihat pantat bahenol kakakku. Karena udah ngga tahan, aku pelan-pelan membuka pakaianku sambl benar-benar telanjang dan kulihat kontolku yang berdiameter 4cm dan panjang 18cm berdenyut-denyut minta pelampiasan. Aku langsung menindihinya dari belakang, dan untungnya kakakku mengira sang pacar belum pulang dan masih ingin ngentot dia. “aw…., yo nama pacarnya yoyo kok ngga jadi pulang” tanyanya , karena kondisi ruangan sangat gelap sehingga dia tidak menyadari bahwa adiknya sedang berusaha memasukkan kontolnya ke memeknya. “aw….yo jangan salah masuk katanya…pelan-pelan yo aku masih perawan’ katanya memohon. Karena aku ngga ngert mana lubang memeknya, maka pelan-pelan ku bimbing tangannya untuk menggengam kontolku dan agar ditutun ke memeknya. Kisah Nyata Sek Sedarah Begitu da megang “yo, kok gede amat sih”katanya heran soalnya punya pacarnya jauh lebih kecil daripada punyaku sambil membimbing kontolku kememeknya. “dorong pelan-pelan yo”, aku menekan dan gila bener-bener nikmat “aw…yo sakittttttttt…” rintihnya pelan-pelan sambil meremas sofa. Dan begitu kontolku masuk semuanya dan aku mulai mengentotnya sambil meremas-remas pinggulnya. Aku bener-bener seperti melayang diangkasa, nikmat sekali pantat dan memek kakakku. Dia merintih-rintih keenakan.. “oh yo enak banget, terus yo” Setelah sepuluh menit dan berkeringat akhirnya aku mencapai klimaksnya dan crot…crot..crot…spermaku menyembur kedalam memeknya dan kurasakan memeknya berdenyut-denyut dan becek sekali menandakan diapun orgasme. Aku tetap membenamkan kontolku memeknya dan pelan-pelan aku mencabutnya dan meninggalkannya. “yo, mau kemana?” teriaknya…aku buru-buru memunguti pakaianku kekamarku dan masih dalam keadaan telanjang aku rebahan di ranjangku sambil kututupi dengan selimut tipis membayangkan kenikmatan yang barusan terjadi. Tba-tiba telepon berdering dan lampu menyala…..kudengar kakaku menerima telepon itu…dia herannya setengah mati karena yang menelepon adalah pacarnya si yoyo. “yo, kok kamu udah ada di rumah lagi…jangan main-main yah…kamu dimana, udah ngentot langsung lari” Beberapa saat kemudian kudengar bunyi telpon dibanting. Dan dikamarku, aku cepat-cepat mematikan lampu dan pura-pura tidur. Semenit kemudian kakakku masuk ke kamarku dan melihat aku tidur berselimut dia menghampriku dan duduk di tepi ranjangku. Di kegelapan kamarku kuintip kakakku hanya memakai handuk dan melihatku tidur ,da ngga berani membagunkanku malahan rebahan disampingku. Kesunyian …sekitar 15 menit, kemudian kuintip ternyata kakakku tertidur, dan pelan-pelan kubuka handuknya dan kulemparkan ke lantai. Lagi-lagi tubuh bugil sexy kakaku dihadapanku, malah kali in di atas ranjangku. Pelan-pelan kukakangkan kaknya sehingga memeknya menganga minta dimasukin dan dengan hati-hati aku arahkan kontolku ke memeknya dan blesssss….kembali kontolku terbenam di memekku….. Tiba-tiba dia terbangun dan kaget setengah mati karena aku adiknya senga ada diatas tubuh montoknya dengan kontol didalam memeknya. “oh, ngapain kamu????, apa-apaan ini??? Jangan? Katanya meronta. Tapi aku sudah mengenjot kontolku…Mungkin karena kenikmatan, rontaannya berubah jadi remasan di punggungku dan “oh dik enak banget….terus dik….’ Katanya sambil mengoyang-goyang pinggulnya membuat kontolku serasa dipelintir. 10 menit kemudian kucabut kontolku dari memeknya, “nungging teh” kakakku menurut saja dan melihat posisi nunggng demikian ,benar-benar pemandangan yang paling indah dan merangsang seumur hidupku. Kupukul-pukul kontolku di pantatnya dan kembali kumasukan ke memeknya dan ku gasak lagi dari belakang, kali ini sampai 30 menit dan kakakku entah keberapa orgasmenya, kurasa memeknya becek sekali dan sampai akhirnya akupun orgasme…..kuremsa pantatnya, kudekap erat sambil “ohhhh” crot…crot…crot….. maniku masuk ke rahimnya. Dan aku langsung roboh di sisinya, begitupun dia…….. Ketika aku memejamkan mata kudengar kakakku menangis….duduk di samping ranjangku…aku memeluknya dari belakang… “maafkan aku teh, aku khilaf, aku ngga tahan lihat pantat teteh”….Sambil tetap menangis dia berkata”bukan salahmu” teteh tadi di bis merangsang kamu dan teteh pikir tadi si yoyo….tapi setelah lihat kamu ada di kamar dan lihat kontolmu bau memek teteh, teteh pikir udah terlanjur dan teteh tambah yakin setelah berpikir kontol siyoyo ngga sebesar punyamu. Sampai sekarang aku masih menunggangi kakakku yang montok dan bahenol, pacarnya si yoyo masih bersamanya, menurut kakakku si yoyo ngga curiga dirinya udah ngga perawan lagi dan mereka berencana menikah tahun depan. Kisah Nyata Sek Sedarah
CeritaDewasa Dapat Perawan Candi Di Klub Karaoke - Hidupku sudah sangatlah lengkap, Kejadian ini adalah bagian dari kisah nyata saya, yang terjadi sekitar 4 tahun yang Baca Selengkapnya. 1; 2; 3; Search for: Categories. CERITA DEWASA; CERITA PEMERKOSAAN; CERITA SEKS BEBAS; CERITA SEKS PERAWAN; Kisah Nyata – Kisah ini merupakan kisah nyata dan bukan kisah dari orang lain melainkan kisahku sendiri, sebut saja namaku Gibran Samaran. Saat ini aku sudah hidup berumah tangga dan tinggal di rumah mertuaku karena istriku merupakan anak tunggal. Apalagi aku sendiri merupakan anak dari keluarga sederhana yang tinggal di rumah petak dan masih ada dua orang adikku yang masih tinggal dengan orang tuaku. Jadi ketika kedua mertuaku menawarkan aku untuk tinggal di rumahnya, akupun menerimanya. Apalagi istriku Nilna juga merengek padaku untuk mau tinggal bersama orang tuanya, saat ini aku kerja di salah satu perusahaan begitu juga istriku sama-sama bekerja namun di perusahaan yang tidak sama. Untuk urusan melakukan adegan seperti dalam cerita dewasa kami juga tidak kalah romantis dengan pasangan yang lain. Kami sering melakukannya apalagi usia kami masih 27 tahun, Nilna begitu puas melakukan adegan layaknya dalam cerita dewasa yang dia katakan padaku. Bahkan dia sering meminta jatah sendiri padaku, hingga akupun keranjingan juga melakukan cerita dewasa dan kamipun hampir setiap malam melakukannya. Bahkan terkadang Nilna mendesah begitu keras di saat kami melakukan hal itu. Hingga terkadang aku harus menutup mulutnya dengan tanganku “Sayaaang..jangan keras-keras..” Kataku sambil terus menggoyang tubuhnya “Ooouuuugghh.. tapi nikmaaat sayaaang.. aaaaggghhh… aaaaggggghhh… aaaaggghh..” Dia terus saja mendesah hingga kamipun mencapai puncak klimaks, dan bukan berhenti di situ saja Nilna biasa menjilat sperma yang muncrat dari dalam kontolku. Sampai semuanya bersih di tubuhku, dan diapun memelukku dengan tubuh yang sudah basah oleh keringat “Makasih sayang..aku benar-benar puas malam ini..” Katanya dan akupun memeluknya juga “Bukannya hampir setiap malam kamu mengatakan hal itu” Aku menggodanya dan menciumnya sekali lagi, kamipun tertidur tanpa membersihkan tubuh dulu tapi sempat aku melihat bayangan seseorang di depan pintu. Tapi aku tidak memberitahu pada Nilna istriku, takutnya dia menjadi paranoid. Dan dia pasti mengira itu hantu atau apa, jadilah aku sendiri yang melamunkan hal itu karena bukan pertama kalinya aku melihat bayangan itu tapi sudah berkali-kali. Tapi hingga saat ini aku belum pernah mengatakannya pada siapapun dan semua aku lihat seperti biasa. Baca Juga Ku Entot Istri Temanku Di Rumahnya Setiap pagi kami sarapan dan berangkat ke kantor masing-masing kecuali mama mertuaku yang memang tidak bekerja. Dari awal menikah dia memang tidak pernah bekerja, papa Nilna begitu memanjakannya dan mama hanya tinggal di rumah bahkan dia begitu pintar merawat diri sehingga nampak masih muda dari umur sebenarnya. Mama terlihat seperti kakaknya istriku padahal usianya kini sudah menginjak 40 tahunan. Hingga pada suatu hari pernikahan kami sedang di uji. Istriku akan di tugaskan keluar kota oleh perusahaanya meskipun hanya selama sebulan tapi aku begitu berat melepasnya begitu juga dengan Nilna, dia menangis ketika mengetahui hal itu tapi aku mencoba merajuknya hingga akhirnya diapun mau dan berangkat tugas dan tidak terasa sudah hampir seminggu dia berada di luar kota. Selama ini aku sering pulang ke rumah setiap pulang dari kantor hingga papa Nilna berkata “Gibran kamu nggak usah malu meskipun sedang tidak ada Nilna disni..butuh apa kamu bilang aja ke mama..” Aku menjawab sungkan “Iya pa..” Karena memang aku begitu menghormati kedua mertuaku itu, apalagi papa Nilna yang begitu wibawa meskipun aku tahu saat ini dia sedang menderita diabetes. Hingga pada suatu malam ketika aku sedang berada di dalam kamar sendirian, aku terbangun oleh suara pintu yang terbuka setelah aku lihat ternyata mama mertuaku “Ada apa ma?” Tanyaku padanya bukannya menjawab dia malah semakin dekat padaku, dengan pakaian malam yang begitu jelas memperlihatkan lekuk tubuhnya yang masih padat dan juga toketnya yang masih montok. Dia memeluk tubuhku seraya berbisik lirih “Gibran..temani mama malam ini sayang..” Diapun menciumku namun aku segera mendorong tubuhnya sambil berkata “Ma..jangan ma nanti papa bangun..” Dia tidak menggubrisnya terus saja dia menyosor mencium wajahku “Papa nggak ada Gibran dia lagi ke luar kota“ Kini bibirnya telah mengunci bibirku dia lumat dengan penuh gairah. Akhirnya akupun tidak menolak apa yang dia lakukan padaku, malah wajahku kini berada di belahan buah dadanya. Aku telusuri dengan mulutku bahkan sesekali aku menggigit putingnya lalu aku hisap juga “OOouuuuggghh… teruuuuus… Gibraan… aaaaggggghhh… aaaaaggghhh… sayaaang… aaaaaggggghhh… aaaaaagggghhhh… aaaaagggghhh….” Terus saja aku melakukan hal itu. Seperti adegan dalam cerita dewasa aku terus membuat mama mertuaku bertambah gairahnya “Ooouuggghh.. ayooo..lakukaaan Gibraaan.. ayo sayaaaang… aaaaaggggghhh…. aaagggghhhhh…. aaaaggggggghhh….” Dia melepas celana yang aku pakai begitu melihat kontolku diapun langsung mengulumnya dalam mulutnya dan akupun merasakan kontolku begitu hangat. Hingga akupun tidak dapat menahan untuk mengerang “Ooouuuggggghhh… maaa… aaaaaggghhh… aaagggghh… aaagggghhh..” Dengan perlahan akupun menindih tubuh mama lalu begitu masuk seluruh kontolku akupun menggoyanganya. “Aaaaagggggghhhh…. aaaaggggghhhh…. aaaaagggggghhh… aaaagggggghh..” Ternyata tubuh mama tidak beda jauh dengan anaknya, terasa begitu hangat. Akupun semakin cepat bergerak di atas tubuhnya dan aku lihat mama tersenyum sambil menciumi seluruh lenganku “Ooouuggggghhh… Gibraaan… aaaagggggghhh.. teruuuus… sayaaang.. mama sudaaah kepinginn ini lamaa sekali…” Katanya di sela desahan yang keluar dari dalam mulutnya, dan saat itu juga aku tahu kalau selama ini yang sering terlihat bayangan di balik pintu kamarku ternyata mama. Dia terus saja memuaskan nafsunya dengan berbagai posisi yang dia lakukan sendiri, ibarat pemain dalam adegan cerita dewasa “OOouugggghh…. maaa… Gibran.. aaaggggghh… aaaggggghhh… aaaaaaagggghhh..” Baca Juga Aku Memelas Kepada Rob Untuk Membuatku Klimaks Saat itulah kontolku menyemburkan larva kental dan hangat juga memenuhi lubang kemaluan mama, diapun tersenyum puas padaku setelah itu memeluk tubuhku yang terkulai lemas. Malam itu kami melakukan adegan seperti dalam cerita dewasa berulang kali. Aku benar-benar takjub pada mama yang begitu buas melakukan hal itu, hingga menjelang pagi kami baru selesai dan mamapun tertidur di kamarku. Untungnya dia terbangun terlebih dahulu sebelum papa datang, sejak saat itu kami sering melakukan hubungan itu tanpa ada yang tahu bahkan kami tidak pilih-pilih tempat. KisahNyata - Kisah ini merupakan kisah nyata dan bukan kisah dari orang lain melainkan kisahku sendiri, sebut saja namaku Gibran (Samaran). Saat ini aku sudah hidup berumah tangga dan tinggal di rumah mertuaku karena istriku merupakan anak tunggal. Apalagi aku sendiri merupakan anak dari keluarga sederhana yang tinggal di rumah petak dan
BAGIAN KEEMPAT - MALAM PERTAMA updated tanggal 04/04/2020 pada Keesokan harinya bang ewo pun pamit untuk pulang ke rumahnya yang berada pinggiran kota, tidak jauh dari rumah lama kami. Dan aku pun kembali kepada aktifitasku biasanya yaitu sekolah, pulang, namun pada kali ini aku sangat mengurangi jatahku untuk bermain di halaman belakang sejak kejadian waktu itu. Rasanya rumah ini sungguh terasa asing bagiku sekarang, atau karena aku saja yang terlalu panaroid ya? memang, aku bisa dikatakan sebagai anak yang paling penakut di keluarga ini. Nonton film horror saja, bisa tidak tidur semalaman. Jadi, aku lebih menyibukkan diriku untuk bermain game playstation pada waktu itu. Ketika aku bermain game playstation ini, memang pikiranku akan hal-hal yang membuatku takut sedikit terlupakan. Namun itu hanya bersifat sementara, karena ketika malam telah tiba semua pikiran-pikiran liarku mengenai ruangan yang terkunci itu kembali meluap. Gelisah tak tentu arah, mencoba untuk tidur pun aku tidak bisa karena pikiranku yang selalu mengingat akan hal-hal yang menakutkan mengenai ruangan yang terkunci itu. Aku mencoba untuk menenangkan pikiranku pada saat itu, dari menghitung domba dari satu sampai seratus hingga memikirkan kejadian-kejadian lucu yang ada di sekolah hari ini. Namun semuanya nihil dan tidak ber-dampak sedikit pun kepadaku, padahal mulutku sudah penuh dengan nguapan yang menyuruhku untuk tidur terlelap. Hal hasil aku pun hanya bisa melihat jam yang terus berputar dengan pelannya sambil memikirkan hal-hal yang menakutkan itu. Tidak terasa jarum jam pun sudah menunjukkan ke angka sebelas, orang tua dan adikku pun terlihat sudah tidur terlelap. Badanku tak nyaman, pikiranku pun sangat gelisah pada saat itu. Lantas aku ubah posisi tidurku yang semula terlentang menjadi tengkurap, berharap dengan aku mengubah posisi tidurku itu, akan lebih membuat badanku terasa lelah. Tapi, ternyata pilihanku itu salah besar. Bukannya lelah yang aku dapatkan melainkan pengalaman spiritual yang aku rasakan ketika itu. "tap..tap..tap.." Aku mendengar suara langkah-langkah kaki yang berlari-lari kecil di balik pintu kamarku itu."Oh.. mungkin oomku baru pulang.." pikirku dalam hati. Awalnya aku mengabaikannya saja, namun setelah beberapa menit kemudian langkah-langkah kaki itu pun kembali ku dengar. Pada kali kedua ini, aku masih mencoba untuk ber-positif thinking, "mungkin oomku lapar.." hingga aku mendengar suara tersebut untuk yang ketiga kalinya. Dan lagi-lagi aku masih ber-positif thingking, "cepat juga oomku makannya ya.." Selang beberapa menit setelah itu, terdengar lagi untuk yang ke-empat kalinya. Dan kali ini aku benar-benar takut sekaligus penasaran. "Masa iya oomku malam-malam mondar-mandir? emang mau ngapain?" pikirku sembari mengecek keadaan di balik pintu kamarku itu lewat ventilasi yang berada di pintu itu. Ya, di pintu kamarku terdapat ventilasi kecil yang letaknya dibagian bawah dari pintu tersebut. Jadi, aku bisa mengecek keadaan dari balik pintu itu, lewat celah-celah kecilnya tersebut. "tap..tap..tap..." Yang benar saja! yang aku lihat malam ini bukan main adanya, antara percaya dan tidak percaya. Seketika badanku waktu itu langsung gemetar, mulutku tiba-tiba membisu, bulu kudukku perlahan-lahan berdiri, namun mataku tak bisa memicing sedikit pun. Pandanganku seketika ter-fokus pada bayangan-bayangan kaki yang berukuran mungil yang berlari-lari ke arah dapur, lalu balik lagi ke arah ruang tamu. Sontak, aku pun langsung menutup kepalaku dengan bantal dalam-dalam dan tidak bisa mengeluarkan sepatah kata apa pun dari mulutku. Tidak lagi aku bisa berpikir panjang saat itu, yang bisa kulakukan hanya lah memejamkan mata hingga pada akhirnya aku pun terlelap. Dan aku berharap, keesokan harinya aku bisa menceritakan kejadian semalam pada orangtuaku. Namun anehnya pada keesokan harinya itu, sekilas aku terlupa dengan kejadian semalam hingga aku pun tidak ingat untuk menceritakannya kepada orangtuaku. Tapi, kejadian itu kembali teringat ketika malam hari tiba disaat aku ingin tidur. Entahlah aku pun tidak mengerti, apa yang membuatku lupa untuk menceritakannya kepada orangtuaku, atau jangan-jangan mereka sedang mem-permainkan pikiranku? lantas untuk apa? apakah mereka takut untuk dianggap ada oleh manusia? atau apakah mereka ingin dianggap tidak ada oleh manusia? sungguh pikiranku pada saat itu benar-benar tidak karuan lagi. Dua hari telah berlalu sejak malam pertama mereka menampakkannya kepadaku, di malam kedua kemarin mereka juga masih tetap menampakkan kehadirannya kepadaku, pada jam yang sama, tempat yang sama dengan langkah-langkah kaki yang sama. Entah apa maksud mereka melakukan hal itu, apakah mereka hanya ingin menakut-nakutiku? atau apakah mereka ingin mengajakku bermain? tapi seharusnya mereka paham bahwa aku terlalu takut untuk bermain bersama mereka. Di hari ketiga ini, aku benar-benar bertekat untuk menceritakannya kepada orangtuaku, apa yang aku lihat pada dua malam kemarin. Tapi nyatanya tekatku hilang bersama dengan ingatanku, sesaat aku melupakan lagi apa yang harus aku sampaikan kepada orangtuaku itu. Namun aku menyadarinya sekarang, sepertinya aku tidak lupa dengan apa yang ingin aku sampaikan kepada orangtuaku saat itu, hanya saja aku merasa berat untuk menceritakan hal-hal tersebut kepada mereka. Mungkin, kalian pun pernah mengalami atau berada diposisi yang sama. Aku pun sulit menjelaskannya mengapa, tapi aku yakin kalian yang pernah berada pada posisiku ini pasti mengerti apa yang kumaksud. Malam pun telah tiba, aku sudah bersiap-siap dengan mentalku untuk menghadapi suara-suara aneh yang mereka buat. Detik demi detik, menit demi menit, setia aku melihat jarum jam yang berputar dengan lambatnya. Dan tidak terasa jarum jam pun telah menunjukkan pada angka sebelas, senantiasa aku tunggu kode-kodean dari mereka. Tapi anehnya, sudah lewat lima menit, suara-suara mereka pun masih belum terdengar, aku tunggu lagi dengan mental yang sudah aku persiapkan sebelumnya sembari mengubah posisi tidurku menjadi tengkurap dan sesekali melihat ke arah ventilasi pintu tersebut. Tapi, lima belas menit setelahnya, tiga puluh menit setelahnya, hasilnya nihil. Mereka pada malam ini tidak menampakkan dirinya seperti malam-malam sebelumnya. Ada apa? apakah mereka sudah pergi dari rumah ini? atau apakah mereka sudah puas untuk menakut-nakutiku? setidaknya aku pun menunggu mereka hingga aku terlelap dengan tidur tengkurapku. "Malam ini, sepertinya tidurku sangat nyenyak sekali.." Keesokan harinya hari ke-empat setelah penampakkan pertama, aku pun melanjutkan aktifitasku seperti biasanya sebagai anak pelajar yang dari pagi sampai sore aktifitasku untuk pergi menimba ilmu ke sekolah dan dari sore hingga malam aku pergunakan untuk bermain game atau membuat peer sekolahku jika ada. Pikiranku mengenai kejadian-kejadian sebelumnya mulai memudar, dan pada saat itu jam menunjukkan angka sepuluh. Aku pun berbaring di tempat tidurku, sekilas aku melihat ke arah tempat tidur adikku yang tidak jauh dari tempat tidurku, "Oh, masih belum tidur ya.." gumamku sembari aku melihat adikku sedang berbincang-bincang dengan orangtuaku. Aku pun sudah tidak lagi menghiraukan kejadian-kejadian kemarin itu, hingga aku pun lengah karenanya. Ketika orangtuaku sudah terlelap tidur, dan ketika adikku masih bersiap-siap untuk tidur.. "tap...tap..tap..." seketika itu pun aku keringat dingin karena mendengarkan suara-suara aneh yang tidak ingin kudengar lagi, "aku pikir mereka telah benar-benar pergi.." lalu aku pun melihat angka jarum jam yang telah menunjukkan angka sebelas. Diam membisu dengan bulu kudukku yang berdiri, aku pun langsung mengambil posisi tidur tengkurap sembari melihat ke arah ventilasi pintu itu. Lantas, adikku ketika itu melihatku dan berkata, "bang.. ngapain?" aku pun langsung menyuruh adikku untuk diam dengan kodean tanganku padanya. Karena penasaran, adikku menghampiriku dan melihatku sedang memperhatikan ke arah ventilasi pintu kamar itu. "Ngapain bang liat-liat kesana?" tanya adikku. Aku pun langsung menarik tangannya dan menyuruhnya untuk melihat ke arah ventilasi pintu tersebut, dan kami pun pada saat itu sama-sama memperhatikan bayangan-bayangan anak kecil yang sedang berlari-lari itu. Aku pikir ini hanyalah imajinasiku saja. Tapi ternyata bukan! adikku juga melihat dan mendengar sama dengan apa yang aku lihat dan aku dengar. Dan pada saat itu, diam dan melihat yang hanya bisa kami lakukan. Tidak lama setelah penampakan bayangan-bayangan itu berhenti, kami pun dibuat terkejut dan langsung memendam kepala kami dengan bantal dalam-dalam, hingga kami tidak mendengar apa yang kami dengar pada malam itu. "Ini, benar-benar sudah jauh lebih menyeramkan.." Bayangkan saja setelah suara langkah-langkah dan bayangan kaki itu berhenti, kami langsung dikejutkan kembali dengan suara orang yang sedang memasak di dapur. Gesekkan antara wajan dan spatula jelas terdengar dari kedua telinga kami. Malam ini benar malam-malam terburuk yang pernah kami alami, namun untungnya kami terselamatkan oleh kantuk yang membuat kami terlelap disaat kami memendamkan kepala dengan dalamnya. "Fix, besok aku akan menceritakan kepada orangtuaku mengenai apa yang aku dan adikku alami malam ini." Bagian keempat... selesai. next update, besok siang yaa gan.. terimakasih..
KisahNyata Cinta Terlarang, kisah cinta apa pun wujud dan penghujungnya merupakan salah satu dari ragam kisah cerita yang selalu dicari dan diperdengarkan ulang dalam panggung perjalanan sejarah.Pertautan antara dua hati dan dua kasih, yang diikuti dengan pertautan segala apa yang sebelumnya menyertai masing-masing dari keduanya menjadi salah satu elemen yang turut memperindah dunia fana ini. Tanggal 27 Mei 2003 adalah hari pertama kisah “Nita, Kolegaku” ditampilkan di Siang itu saya membuka email, sedikitnya ada 2 dua email baru yang berhubungan dengan kisah di atas. Pertama dari orang yang mengaku Eko. Dia menawarkan untuk berbagi “teman-teman” saya kepadanya, atau tukar pasangan dengan pasangannya. Dengan tawarannya itu saya menolaknya dengan halus. Bahwa hal itu tidak mungkin saya lakukan, karena saya sudah komitmen untuk menjaga privasi mereka. Melalui tulisan ini sekali lagi saya mohon maaf kepada Mas Eko. Surat ke-2 adalah dari Ibu Lilis bukan nama yang sebenarnya. Alangkah baiknya kalau isi suratnya saya sampaikan, karena dengan suratnya itu, kami pada tanggal 31 Mei 2003 telah melakukan skandal seks. Saya pun minta ijin kepada beliau untuk menampilkan kisahnya di dan beliau setuju saja asalkan namanya disamarkan. ***** “Hallo Mas Rudy, nama saya Lilis, tinggal di Semarang. Umur saya 35 tahun, suami saya 38 tahun, dan saya mempunyai seorang anak yang baru masuk kuliah di ITB Bandung. Saya harap Mas Rudy juga mau menolong saya. Yang menjadi permasalahan bagi saya adalah suami saya sering di luar kota karena profesinya sebagai seorang wirausahawan. Di rumah, saya sering hanya ditemani para pembantu. Keseharian saya sering diisi dengan aktivitas aerobik sendiri di rumah, membaca-baca majalah, melihat televisi, atau sekedar merapikan taman. Selain dari itu saya lebih sering melamun, dan akhirnya merasa gelisah, ada sesuatu yang kurang. Kebutuhan biologis saya kurang terpenuhi. Belakangan saya membaca tulisan di majalah tentang pornografi di internet. Berkali-kali saya baca tulisan itu sebelum kuputuskan untuk mencoba bermain internet. Dan akhirnya sekarang saya mempunyai kebiasaan baru, mengunjungi warnet tiap hari. Yang saya cari adalah situs-situs porno. Saya juga mencari-cari film-film porno hasil downloud di komputer yang saya pakai. Sekitar satu bulan saya biasa berkunjung ke warnet-warnet dan pagi ini saya membaca kisah Saudara di Dengan kisah saya di atas, sekali lagi saya mohon Mas Rudy dapat menolong saya. Apa yang harus saya lakukan kemudian? Tolong hubungi saya langsung di 08x xx xx.” Surat Ibu Linda tidak segera saya balas. Sore harinya saya menelponnya langsung lewat wartel. “Hallo. Bisa bicara dengan Ibu Linda?”, saya menyapanya. “Iya. Saya sendiri. Ini dengan siapa ya?”, jawabnya. “Saya Rudy. Maaf. Apa benar Ibu mengirimi saya email pagi tadi?”, tanya saya. “Ooo. Ini Mas Rudy? Mas Rudy bisa menolong saya?”, tanyanya lagi. “Saya bersedia Bu. Sekarang Ibu di mana?”, kataku. “Saya sedang di rumah.”, jawabnya. “Alamat Ibu? Nomor telepon rumah? Atas nama siapa?”, saya menanyakan beberapa data penting untuk saya ketahui. Ibu Linda menyebutkan sebuah alamat dan nomor telepon beserta nama pendaftarnya. “Terima kasih Bu. Nanti saya hubungi lagi.”, kataku kemudian. Saya pinjam buku telepon yang ada di wartel. Data yang Ibu Linda berikan saya periksa untuk meneliti keasliannya. Dan ternyata, saya menemukannya, cocok. Saya menghubungi beliau lagi, tetapi dengan nomor telepon rumahnya. “Hallo. Bisa bicara dengan Ibu Linda?”, saya kembali menyapanya. “Iya. Saya sendiri. Ini Mas Rudy ya?”, tanyanya. “Betul Bu. Maaf. Saya harus menanyakan data-data penting di atas. Saya harap Ibu tidak tergesa-gesa. Saya lihat dulu agenda saya minggu ini. Nanti kalau ada waktu luang, Ibu saya hubungi lagi.. Bagaimana?”, kata saya. “Saya tunggu Mas Rudy. Minggu ini saya tidak ada acara khusus.”, jawabnya. “Kalau begitu, cukup sekian Bu.”, kata saya lagi. “Iya. Terima kasih Mas Rudy.”, katanya menutup pembicaraan kami. Malam harinya saya survey alamat yang diberikan oleh Ibu Linda. Cukup lama saya mondar-mandir sebelum akhirnya ketemu. Kebetulan di depan rumahnya ada sebuah warung, saya mampir. “Teh hangat Pak!”, kata saya pada pemilik warung. Sambil menunggu minuman, saya menyantap jajanan yang terhidang di meja. “Pak, itu rumah pejabat ya?”, tanya saya menyelidik. “Bukan Mas. Itu rumah Pak Wandi, pengusaha sukses.”, jawab pemilik warung. Ternyata Ibu Linda memberikan informasi yang benar. “Anaknya berapa Pak? Rumahnya besar sekali.”, tanya saya lagi. “Cuma satu. Kuliah di ITB. Ibu Linda, istrinya, sekarang sendirian di rumah, kasihan. Soalnya Pak Wandi sering ke luar kota.”, katanya lagi menerangkan. “Ooo. Begitu.”, kataku singkat. Saya menghentikan percakapan karena tujuan saya sudah tercapai. Setelah makan dua buah jajan dan minum teh hangat, saya segera membayarnya dan pamitan. “Pamit dulu Pak.”, kata saya sambil keluar. “Iya. Terima kasih.”, jawab pemilik warung. Esok harinya saya langsung menghubungi Ibu Linda. “Hallo?”, saya memberi salam. “Hallo.”, jawab penerima telepon. “Selamat Pagi Bu.”, sapa saya setelah tahu yang menjawab adalah Ibu Linda. “Mas Rudy ya? Bagaimana? Sudah menemukan hari dan waktu luang untuk saya?”, tanya beliau bersemangat. “Sudah Bu. Hari Sabtu besok, tanggal 31. Sepanjang hari. Kita ketemu di mana?”, jawab saya seraya bertanya. “Terserah Mas Rudy aja. Kan Mas Rudy sudah pengalaman?”, katanya balik bertanya. “OK. Kita ketemu di Rumah Makan “X” pukul WIB. Bagaimana saya dapat mengenal Ibu?”, saya bertanya lagi. “Mas Rudy akan mudah mengenali saya. Tinggi badan saya 165 cm. Tubuh saya cukup langsing. Rambut saya hitam sebahu. Saya akan memakai celana “kulot” warna cream dan baju putih. Saya juga akan memakai kacamata hitam. Mobil saya sedan Toyota Soluna warna hijau.”, katanya menjelaskan lagi. “OK. Sampai hari Sabtu.”, kata saya menutup pembicaraan. Hari Sabtu 31 Mei pagi pukul WIB, saya sudah berada di Warung Makan “X”. Saya sengaja duduk di bagian depan sehingga dapat melihat ke areal parkir. Setelah menunggu sekitar 30 menit, saya melihat sedan Toyota Soluna masuk ke tempat parkir. Seorang wanita muda keluar dengan ciri-ciri seperti yang Ibu Linda gambarkan. “Ibu Linda” masuk ke Warung Makan “X”, segera saya sambut. “Maaf. Ini Ibu Linda?”, sapa saya. “Iya. Apa saya mengenal Anda?”, tanya beliau serius. “Saya Rudy. Kita janjian bertemu di sini.”, saya menjelaskan. Sejenak dia agak heran. Mungkin dia tidak pernah membayangkan seorang Rudy seperti saya. Saya memang tidak terlalu tampan. Tinggi badan saya 168 cm, dan berat badan saya sekitar 80 kg. Tanpa menunggu lama, segera saya ajak beliau ke tempat saya tadi. “Silahkan duduk Bu.”, ajak saya. “Terima kasih.”, katanya singkat. “Maaf. Apakah Ibu kecewa dengan saya?”, saya mencoba menebak. “Saya kira tidak. Tadi saya hanya kaget, saya sudah bertemu dengan Anda. Dan saya tidak menyesal meskipun Anda nanti berkhianat. Saya sudah muak dengan suami saya.”, dia mencoba bercerita lebar. Saya segera memotong kata-katanya, “Ceritanya nanti saja. Mau sarapan apa?” “Lemon tea dan roti bakar selai nanas.”, jawabnya. Selama 30 menit, kami makan. Kami melakukan pembicaraan ringan tentang berbagai hal. Beliau sudah mulai terbiasa dengan saya. Tepat pukul WIB kami menuju rumahnya. Beliau mengajak saya bermain di rumahnya karena katanya cukup aman. Setelah 30 menit kami hampir sampai di rumahnya. Ketika tiba di jalan yang cukup sepi, mobil berhenti dan saya diminta pindah ke belakang dan bersembunyi di bawah. Lucu juga, pikirku. Dan ketika mobil sudah sampai di garasi, saya tidak segera diminta keluar, tetapi menunggu sebentar. “Sekarang Mas! Mereka sudah kusuruh keluar untuk membeli sesuatu.”, ajaknya kemudian. Dengan tergesa saya segera diminta masuk ke sebuah kamar. Setelah menunggu 15 menit, Bu Linda masuk ke kamar. Beliau mendekati saya dan berbisik ke telinga, “Mas Rudy, tolong jangan berisik! Nanti mereka bisa tahu.” Saya menjawabnya dengan mengangguk. Ibu Linda segera melepas pakaiannya hingga bugil. Tubuh Bu Linda langsing dan kelihatan cukup kencang. Buah dadanya pun menantang ke depan. Tanpa berkata apapun beliau mendekati saya dan membuka satu per satu pakaian saya. Saya diminta terlentang di spring bed. Beliau langsung menikmati tubuh saya. Saya mengimbanginya. Saya kembali melakukan strategi-strategi saya seperti ketika bermain dengan yang lain. Namun saya menjumpai hal yang berbeda dengan “teman-teman” saya selama ini. Ibu Linda memposisikan sebagai pihak yang aktif namun melakukannya dengan “penuh penghayatan”. Beliau sedikitpun tidak terlihat agresif, hanya penekanan-penekanan yang sesekali saya rasakan ketika menjelang orgasme. Beliau juga melakukannya dengan berbagai variasi posisi. Kami melakukannya selama 2 jam nonstop, hanya diselingi “pengambilan nafas”. Permainan berakhir ketika saya “dipaksa” orgasme, setelah melewati fase “kosong”. Nampak sekali kepuasan pada wajah Bu Linda ketika beliau “istirahat”. Wajahnya terlihat tersenyum ceria, meski matanya terpejam. Beliau langsung tertidur dengan lelap. Saya pun mencoba tidur. Sekitar pukul WIB Bu Linda terbangun. Saya yang masih terlelap, langsung “dikerjain” lagi, saya pun bangun. Beliau pun mengulangi permainannya, meski hanya 30 menit. Beliau tidak langsung tidur sebagaimana tadi, namun bangun dan menuju kamar mandi. Saya diajaknya mandi bersama. Setelah selesai mandi, beliau keluar sebentar. Sebentar kemudian beliau datang sambil berbisik, “Ayo!” Aku mengikurinya menuju garasi dan masuk ke mobil. Dengan “aman”, Bu Linda berhasil mengantarkan saya ke tempat yang saya minta. Kata beliau, para pembantunya lagi tidur siang. Tidur siang? Sebelum berpisah beliau menanyakan bagaimana beliau dapat menghubungi saya ketika membutuhkan. Kali ini saya memberinya nomor HP. Ketika beliau sudah meninggalkan saya, kurogoh saku celana yang menebal. Saya dapatkan beberapa lembar uang seratur ribu rupiah dan secarik kertas yang bertuliskan “MAAF, KALAU PEMBERIAN SAYA KURANG, SILAHKAN HUBUNGI SAYA, NANTI SAYA TAMBAH”. Kertas itu saya buang dan saya tidak menghubunginya untuk minta tambah karena saya bukan gigolo. ***** Itulah kisah nyata saya yang baru saja saya alami bersama Ibu Linda bukan nama yang sebenarnya pada tanggal 31 Mei 2007. Ibu Linda, meskipun Anda sudah muak dengan suami Anda dan tidak peduli lagi kalau saya membuka rahasia Anda, saya tidak akan melakukan hal itu. Percayalah. Tulisan ini pun saya tampilkan setelah meminta ijin kepada Anda. Saya menyarankan agar Anda tidak perlu mempromosikan saya kepada teman-teman Anda karena mereka akan mengetahui skandal kita. Kalau boleh saya memberi saran, perbaikilah hubungan Anda dengan suami Anda sehingga Anda tidak perlu melakukannya lagi dengan saya. E N D CeritaDewasa - Kisahku ini adalah kisah nyata, namun namanama dan tempatnya sengaja aku ganti untuk menjaga kerahasiaan saja. Aku adalah seorang wanita setengah baya yang kini berusia 35 tahun. Singkatan namaku SK, tapi temantemanku sering memanggilku Susi saja. CeritaNyata Istri Pengusaha Dengan Supir Pribadi - Aku adalah istri seorang pengusaha yang bisa di bilang cukup kaya. Anakku ada dua, kebetulan cowok semua dan usianya pun sudah menginjak dewasa. Mereka memilih bersekolah di luar negeri. Sedangkan suamiku seorang pengusaha yang cukup sibuk dengan usaha usahanya. O1HOmiU.
  • v5n9wyv964.pages.dev/359
  • v5n9wyv964.pages.dev/409
  • v5n9wyv964.pages.dev/499
  • v5n9wyv964.pages.dev/32
  • v5n9wyv964.pages.dev/57
  • v5n9wyv964.pages.dev/187
  • v5n9wyv964.pages.dev/308
  • v5n9wyv964.pages.dev/1
  • cerita dewasa kisah nyata