بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh... Nama Rifa Aulia Bahri Kelas Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Guru Pembimbing Rizka Susilawati, Asal Sekolah SMAN 1 Hari/Tanggal Kamis, 07 November 2019 🌸KELOMPOK 6🌸 Anggota Shindy Leviana Putri Gusti Putu Wulandari Khafilah Hendra Yani Mitha Aura Rengganis Nazwa Kurnia Yunita Rahmanita Fauziah Rifa Aulia Bahri Hallo guys, balik lagi sama aku, di blog ke-2 aku. Kali ini kita akan membahas pendapat kita tentang pernyataan "LEBIH BAIK TIDAK BERHIJAB TETAPI SOPAN DARIPADA BERHIJAB TETAPI MASIH SUKA MEMBICARAKAN AIB ATAU KEJELEKAN ORANG LAIN." Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, berhijab atau menutup aurat itu wajib ya guys bagi seorang muslimah. Selain untuk menutup aurat dan menjaga dari hawa nafsu lelaki, kita juga sudah membantu ayah kita, adik laki-laki kita, kakak laki-laki kita, saudara laki-laki kita, dari panas dan siksa api neraka. Naudzubillah... Nah, pasti kalian pernah kan ngeliat orang gak berhijab? Apa pendapat kalian tentang itu? Pasti kalian berfikir 'ish itu mah cabe, jablay, lonte' atau apalah itu. Tapi pas kalian kenal, ternyata orangnya sopan tapi belum tentu semuanya gitu ya guys wkwk. Dan sebaliknya, kalian pasti sering dong ngeliat orang yang berhijab? Apa pendapat kalian? Pasti kalian berfikir 'subhanallah cantik ya, alim, solehah, sopan, baik' dll. Eh pas udah kenal ternyata dia suka nyinyirin orang wkwkwk... Astagfirullah. Sebenarnya, keduanya memiliki sisi negatif. Jika bisa berjilbab sekaligus berakhlak baik, kenapa tidak? Namun, jika dibandingkan antara lebih baik tidak berhijab, tetapi sopan atau lebih baik berhijab, tetapi berakhlak kurang bagus seperti suka membicarakan aib orang lain, kita harus memahami dulu, nih, tentang apa yang telah Allah ta’ala syariatkan kepada seorang muslimah terkait jilbab. Seperti yang kita tahu, Allah ta’ala telah dengan tegas memerintahkan muslimah untuk mengenakan jilbab. 🌺Allah berfirman dalam Al-Ahzab [33] 59 يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا Artinya “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Qs. Al-Ahzaab 59 🌺Allah berfirman dalam An-Nur [24] 31 وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ Artinya Katakanlah kepada orang laki–laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allâh maha mengatahui apa yang mereka perbuat.” Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allâh, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. [an-Nûr/2431] Dari kedua ayat ini telah jelas bahwa perintah berjilbab bagi seorang muslimah adalah wajib, teman-teman. Semua ulama sepakat tentang wajibnya tubuh seorang muslimah untuk ditutup dan tidak ditampakkan kecuali kepada yang berhak melihatnya. Maka, dengan dalil ini bisa dikatakan bahwa menutup aurat dengan berjilbab bagi seorang muslimah bukanlah menjadi suatu hal yang baik lagi bagi dirinya, melainkan menjadi sebuah kewajiban yang tentu di dalamnya akan terdapat banyak kebaikan dan maslahat bagi dirinya. Ingat, memakai jilbab itu wajib, kudu, harus, mesti, ya. Jadi, jilbab adalah wajib dikenakan tiap muslimah yang telah memasuki usia baligh, tanpa melihat apakah moralnya baik atau jelek, sedangkan moral adalah sesuatu yang dituntut dalam kehidupan sosial. Maka, itu yang harus diketahui setiap muslimah terlebih dahulu. Adapun setelahnya jika dia tidak mengenakan, maka tentu saja berkonsekuensi dosa dan ada keharusan dari yang lain mengingatkannya untuk mengenakan, kalaupun tidak mau, yang menasihati bebas tugas. Tentu juga sebaliknya, jika dia mengenakan, maka pahala akan terus mengalir padanya selama jilbab itu bertengger di kepalanya, sebagai bentuk balasan atas ketaatan menjalankan perintah. Soal jilbabnya lebar, kecil, bajunya ketat, longgar, akhlaknya buruk, baik, itu bab menyendiri lagi yang berhubungan dengan tingkat keimanan dan ketakwaan seseorang. Namun ingat, jangan punya pikiran, "wah kalau gitu, aku urakan saja deh, kan, dosaku pasti dikurangi pahala jilbab." Kalau yang jenis seperti ini, justru dosanya berlipat sebab menyalahgunakan syariat. So,,, keduanya memiliki sisi yang negatif. Kita sama-sama belajar untuk memperbaiki diri kita sendiri. Dan untuk kalian yang suka ngomongin orang, termasuk saya. Jangan suka mengomentari penampilan orang lain ya, karena berpenampilan adalah hak orang. Tapi berpenampilannya sewajarnya aja ya guys, jangan berlebihan. Karena Allah juga tidak suka hambanya yang terlalu berlebihan. ✨Yang belum menutup aurat 🌹YUK TUTUP AURAT MU, SEBELUM TUTUP USIAMU!!!🌹 ✨Dan, yang masih suka nyinyirin orang 🌵JAGALAH LISANMU, KARENA LISANMU LEBIH TAJAM DARI SEBUAH PEDANG.🌵 Mungkin segini dulu aja pendapat dari aku dan kelompokku, kurangnya mohon maaf. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh. 🕊rifauliab12_🕊
Search Di Bully Anak Sd. Murah dan Terlaris!! Kuliner Nasi Campur di Pasar Subuh Anak adalah dalam orang yang perkara anak nakal telah mencapai umur 8 (delapan) tahun tetapi belum mencapai 18 (delapan belas) tahun dan belum pernah kawin Nonton Bokep Online Streaming, Ngentot Streaming, Memek Streaming, Ngewe Streaming, Nonton Perawan Ngentot, Janda, Tante, Cerita Bokep Hot Dewasa, Vidio Bokep
Pertama-tama mari perkenalkan kelompok saya terlebih dahulu Yang pertama Eka Lestari dan yang ke-dua Heni Novyani Manik, dan yang terakhir Nanda Prastika Maharani. Apakah kamu termasuk siswa/siswi yang sudah membiasakan diri berbusana secara islam? Bagaimana pendapatmu dengan pernyataan "Lebih baik tidak berhijab tetapi sopan daripada berhijab tetapi masih suka membicarakan aib atau kejelekan orang lain?" Mengenai pertanyaan di atas, saya termasuk siswi yang belum membiasakan diri dengan busana islam. Mengapa? Karena saya sering sekali tidak mengenakan jilbab saya ketika disuruh ibu keluar ke warung atau suatu tempat. Namun untuk pakaian sendiri saya tidak pernah memakai pakaian yang terbuka atau menampakan aurat dan bagian tubuh saya yang lain itu tidak pernah. Lalu bagaimana dengan tanggapan saya mengenai "Lebih baik tidak berhijab tetapi sopan, daripada berhijab tetapi masih suka membicarakan aib atau kejelekan orang lain? Saya pribadi tidak setuju dengan keduanya. Kenapa bisa begitu? Mari bahas yang pertama terlebih dahulu. Lebih baik berhijab tapi sopan-karena ini adalah pelajaran tentang Agama Islam, mari fokus pada pelajaran tersebut. Baik, kita mulai pembahasan mengapa saya tidak setuju. Lebih baik berhijab tapi sopan, sikap nya sudah baik sopan, tapi kenapa masih memperlihatkan auratnya? Nah, seperti percuma sikap kita sudah baik, tetapi aurat kita masih terbuka bukankah sama saja dengan pahala yang kita tumpuk dengan kebaikan kita, terhapus dengan dosa kita? Lalu bagaimana dengan "berhijab masih suka membicarakan orang lain?" Berhijab tidak memberikan label suci kepada pemakainya. Seseorang yang berhijab tidak suci dari dosa, tidak lepas dari khilaf. Jilbab tidak menentukan baik buruknya ahlak seseorang, tidak menentukan baik buruknya perilaku seseorang. Berhijab itu murni perintah dari Allah sebagaimana di jelaskan dalam surah An-Nur31 وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ Artinya Katakanlah kepada wanita yang beriman "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakina agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung." Nah, sudah tertera bukan dalam Alqur'an? "Ya tapi tetap saja seseorang yang berhijab seharusnya tidak seperti itu" Nah pertanyaan ini sering kita dengar bukan? Seharusnya, seseorang yang berhijab, mempunyai rasa malu dan takut pada Hijabnya. Hijabnya selama ini membuat dirinya di cap baik oleh orang-orang, padahal kelakuan tidak seperti itu? Kalau dia malu pada hijabnya harusnya memperbaiki diri, menambahkan amal-amal baik, mengurangi perbuatan tercela seperti itu. Dosa ghibah lebih tinggi dosanya daripada dosa Zina. Kesimpulan yang bisa kita ambil adalah, alangkah baiknya kita sebagai umat muslimah, memakai hijab dengan di iringi perbuatan-perbuatan kebaikan yang menambah pahala. Iringi pemakaian hijab kita dengan perbuatan yang tidak menambah dosa untuk kita. Ingat, seseorang berhijab belum tentu baik hatinya, tapi seseorang yang baik hatinya sudah pasti berhijab. Tapi, ini hanya menurut kesimpulan saya, mungkin kalian semua punya pendapat masing masing, bagaimana menanggapi pernyataan diatas. Perlu diingat kembali, kita gak bisa menilai apapun hanya dari luarnya saja, seseorang yang berhijab belum tentu baik, seseorang yg tidak berjilbab juga belum tentu buruk. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang selalu di Lindungi Allah aamin. Semoga blog saya bermanfaat untuk kalian Wassallamualukum
Hijabbenar tidak jadi suatu dimensi apakah seorang itu tercantum individu yang baik ataupun tidak, tetapi paling tidak perempuan yang berhijab tentu lebih baik dari pada tidak berhijab. karena dengan berhijab paling tidak dalam hatinya dia mempunyai kemauan buat tidak mengumbar penggalan badannya, paling tidak dengan berhijab ia bernazar mau
Assalamualaikum Nama Hadallina putri machrunisa Kelas 10 Mia 1 No. Absen 13 Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Guru pembimbing Ibu Rizka susilawati, Hari/tanggal Kamis/ 07. November. 2019 Kelompok 1 Nama anggota 1. Arfian agung nugroho 2. Hadad al farisi 3. Hadallina putri machrunisa 4. Ibnu fachri al hanif 5. Iqbal maulana yusuf 6. Kireina sekaring bilgis 7. Liana wahyu cristanti Assalamualaikum teman teman,🌵! Halo aku hadallina, kembali lagi sama blog aku. Kemaren di blog sebelumnya aku sudah membahas materi tentang "batas batasan aurat pada laki-laki maupun perempuan". Sekarang aku dan teman kelompok ku akan membahas tentang pendapat mengenai Aktivitas 2 Apakah kamu termasuk siswa/siswi yang sudah membiasakan diri berbusana secara islam? Bagaimana pendapatmu dengan pernyataan "Lebih baik tidak berhijab tetapi sopan dari pada berhijab tetapi masih suka membicarakan aib atau kejelekan orang lain?" Langsung ke point nya aja yuk,🌵! Mengenai pernyataan tersebut. Ya, Alhamdullilah aku dan teman temanku selalu berpakaian muslim. Karena untuk menutup aurat. Menutup aurat itu hukumnya wajib apalagi menutup aurat sesuai dengan syariat islam. Nah... Allah swt. itu suka orang-orang yang taat kepada perintahnya dan jika kita menurut dan menjalankan perintah Allah swt. maka kita dapat pahala dan terhindar dari marabahaya amin.... Ada pernyataan "lebih baik tidak berhijab tetapi sopan dari pada berhijab tetapi masih suka membicarakan aib atau kejelekan orang lain" menurut kami pernyataan tersebut salah karena kita sebagai umat muslim harus menutup aurat menurut syariat islam, karena hukumnya wajib dan kita harus menjalankan kewajiban dari allah. Apabila kita melanggarnya kita akan mendapat dosa. Berhijab merupakan kewajiban bukan pilihan, jadi sekalipun orang tersebut masih membicarakan aib orang,karena dia sudah menjalankan kewajiban tersebut dengan cara berhijab. Ketika seseorang bertekad untuk berhijab,dia juga bertekad untuk mendorong dirinya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berusaha untuk menjauhi larangan-larangan yang diperintahkan allah ta'ala. Jika ada seorang muslim yang menggunakan hijab tetapi masih membicarakan aib dari saudaranya maka jangan salahkan hijabnya tetapi salahkanlah orang tersebut karna apa? Karena orang tersebut tidak benar-benar menghijrahkan hatinya untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Sebagaimana yang di riwayatkan dalam Hadist Abu Dawud قَالَ يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلاَّ هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ» Artinya "Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita, apabila telah balig mengalami haid, tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini seraya menunjuk muka dan telapak tangannya". HR Abu Dawud Jadi kesimpulannya adalah kita sebagai umat muslim dan muslimah harus menutup aurat dan tidak membicarakan aib dari saudara kita sendiri karna diantara lebih baik tidak berhijab tetapi berbicara sopan daripada berhijab tapi masih suka membicarakan aib saudaranya,karena dua-duanya merupakan perbuatan tercela dan sebuah dosa yang harus kita hindari. Oh iya teman teman. Tetap jaga lisan kita ya, jangan sampai, sesuatu yang kita ucapkan menyinggung perasaan orang lain. Sebagaimana yang di riwayatkan dalam Hadist Bukhari dan Muslim "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau lebih baik diam". HR. Bukhari dan Muslim Sekian pendapat dari kelompok kami Kurangnya mohon maaf Semoga bermanfaat,🌵! WasalamualaikumManayang lebih baik, Berjilbab tetapi Berakhlak Buruk atau Tidak Berjilbab tetapi Berakhlak Baik? Jawabannya Jika hatinya bersih, pastilah dia akan berjilbab dengan benar. Karena jika hatinya Halo kawan kawan,Mari kita bahas soal berikut iniSoalBagaimana pendapatmu dengan pernyataan “”lebih baik tidak berhijab tetapi sopan daripada berhijab tetapi masih suka membicarakan aib atau kejelekan orang lain?””JawabanJawaban sama aja.. tapi mending hijab karena lebih menunjukkan kalao nggak terlalu maksiat walaupun luarnya aja kerna perbandinganya sama hatiSemoga jawaban diatas dapat membantu kawan belajar ya. apabila ada pertanyaan silakan berkomentar dibawah sukses selalu
Adapernyataan "lebih baik tidak berhijab tetapi sopan dari pada berhijab tetapi masih suka membicarakan aib atau kejelekan orang lain" menurut kami pernyataan tersebut salah karena kita sebagai umat muslim harus menutup aurat menurut syariat islam, karena hukumnya wajib dan kita harus menjalankan kewajiban dari allah.ersa1411 ersa1411 Lebih baik tidak berhijab tetapi sopan..karna baik di dalamnya..buat apa berhijab kalok ujung"nya ngomongin orang..nggak ada gunanya hijabnya itu..malah yang ada banyak yang tidak suka karna sikapnya itu..baik di luar busuk di dalam Iklan Iklan silvianny silvianny Tidak berhijab tapi sopan karena kalau berhijab masih suka membicarakan orang lain percuma kalau akhlaknya ga bener kalau akhlaknya bener bisa berhijab yg baik kalau udh berhijabkan jadi tambah bagus lagi Iklan Iklan Pertanyaan baru di B. Arab Peristiwa isra mikraj terjadi pada tahun... Masehi a. 521 b. 821 c. 681 d. 621 tuliskan 10 kalimat menggunakan kata benda dan warna berbentuk muannas Sifat malaikat yang terdapat pada lafal wala yastahsiruwna Jelaskan pengertian dari sifat kauf beserta contohnya Etiap umat Islam harus mempelajari dan menerapkan cabang-cabang Iman, terutama cabang iman tentang mahabbah, khauf, raja’, dan tawakal kepada Allah Sw … t. sehingga dapat meningkatkan . . . . . . . . . . . . . . . . Sebelumnya Berikutnya ufFA.